Archive for the ‘Kritik’ Category

Kericuhan Pembelian Tiket Final AFF 2010, Versi Petugas Keamanan

Kericuhan perihal pembelian tiket final AFF 2010 yang akan berlangsung hari Rabu, 29 Desember 2010 nanti, terjadi karena beberapa hal. Yang akan saya bahas adalah dari sisi petugas keamanan (Polisi dan petugas keamanan swasta).

DSC_5054

Pada saat kejadian itu, siang hari di Minggu 26 Desember 2010, pintu dan loket di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) berhasil dijebol para pengantri tiket. Sebagian dari mereka bahkan sudah antri sejak malam sebelumnya. Kurang tidur, lelah, lapar, haus, kepanasan, kehujanan serta diperlakukan tidak baik oleh pihak panitia seolah menjadi pelengkap penderita.

Disela-sela kejadian, saya sempat berbincang-bincang dengan beberapa aparat keamanan dari kepolisian dan satgas pengamanan tiket dari pihak swasta yang berbaju safari. Inti dari obrolan-obrolan tersebut adalah:

Ronny Pasla Kecewa, Nurdin Halid Siapa Yang Tahu

Semalam saya menyaksikan pertandingan persahabatan sepakbola antara Indonesia vs Uruguay di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Kekalahan sepertinya sudah seperti prediksi banyak orang. Namun, semangat dan mentalitas bertanding dari para pemain Indonesia yang sedikit mendapat sorotan. Seharusnya mereka menunjukkan semangat juang yang tinggi walaupun tahu melawan tim besar semifinalis piala dunia 2010 tidaklah mudah untuk meraih kemenangan.

Selesai pertandingan, ketika saya menuju pintu keluar, tidak sengaja bertemu dengan Ronny Pasla (kiper tim nasional Indonesia era tahun 1960-an dan 1970-an) yang sedang berjalan berlawanan arah dengan saya. Awalnya beliau mengira saya ini dari kalangan pers,

“Adik ini orang pers yah?”, beliau berujar.

Pikir saya, pasti karena beliau melihat kamera SLR yang saya bawa, jadi beliau kira saya ini orang pers.

Saya bilang, “Bukan om, saya hanya penonton biasa kok. Emang kenapa om?”.

Beliau melanjutkan, “Saya mau berbicara kepada pers mengenai kekecewaan saya melihat pertandingan tadi. Setidaknya ada 5 kali tackle yang dilakukan oleh pemain-pemain Uruguay, tetapi tidak ada hal yang sama oleh pemain kita. Mereka bermain tidak semangat. Kami dulu mengalahkan Uruguay 2-1 dengan semangat dan perjuangan. Hal itu tidak ada pada pertandingan tadi”.

Saya hanya mengamini saja perkataan beliau. Karena memang benar, para pemain Indonesia jauh sekali dari semangat juang tinggi yang seharusnya mereka tunjukkan di depan puluhan ribu orang yang datang di Stadion Gelora Bung Karno, termasuk para petinggi negeri ini yang menyaksikan langsung. Belum lagi jutaan pasang mata yang menyaksikan via siaran langsung televisi di seluruh Indonesia.

Sempat terbesit pula di dalam pikiran saya bahwa para pemain ini didalam otaknya hanya berpikir (setidaknya 30 menit terakhir dari pertandingan), “Saya akan bertukar kaos dengan pemain A atau B dari tim Uruguay”. Tetapi itu hanyalah pikiran jelek saya saja, semoga saya salah.

Selanjutnya, karena saya duduk tidak terlalu jauh dari bangku-bangku kehormatan tempat para orang penting menyaksikan pertandingan ini, saya beberapa kali menujukan mata ke arah Nurdin Halid untuk melihat seperti apa reaksi dia dengan kekalahan ini dan apa yang dipikirkan ketika sebagian besar penonton di Stadion menyanyikan dan meneriakkan “Nurdin turun ..Nurdin turun”. Setidaknya, setiap Indonesia kemasukkan gol dari Uruguay, teriakan-teriakan tersebut membahana di Stadion.

Ada satu kejadian yang cukup menarik saya saksikan. Yaitu ketika nyanyian “Buat apa NURDIN! .. buat apa NURDIN! .. Nurdin itu tak ada gunanya. Buat apa NURDI! .. buat apa NURDIN .. Nurdin itu tak ada gunanya” dinyanyikan dengan nada lagu Sayonara, bagaimana geram dan kesalnya (pengamatan saya) Nurdin Halid sambil melihat ke arah sumber nyanyain tersebut di sebelah selatan stadion. Dimana ada sekelompok kecil di tribun paling atas dengan kompaknya menyanyikan lagu sindiran tersebut. Terlihat Nurdin Halid tidak bisa berkonsentrasi lagi menyaksikan pertandingan yang sudah mendekati akhir.

Saya tidak tahu apa yang ada dibenaknya, mungkin kesal dan marah bercampur aduk berkecamuk dialam pikirannya. Bagaimana tidak, yang duduk di sebelah kirinya adalah Menteri Pemuda dan Olah Raga, Andi Mallarangeng. Dan di sebelah kirinya lagi ada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri.

Para pejabat negara itu tentunya mendengar juga bagaimana penolakan dan reaksi penonton, setidaknya bisa dikatakan mewakili hampir seluruh pendukung sepakbola Indonesia di seluruh Indonesia.

Tinggal bagaimana para pejabat tersebut menyikapi dan mendengarkan suara hati dari kita semua. Dan yang terpenting lagi, bagaimana sikap dari Nurdin Halid dan pengurus PSSI semua. Apakah mereka akan tetap buta dan tuli dengan keadaan sekarang. Apakah mereka juga akan tetap memaksakan kehendak untuk tetap memimpin lembaga tertinggi sepakbola Indonesia dengan grafik penilaian yang terus menurun.

Alangkah baiknya Nurdin Halid dan para pengurus PSSI mengundurkan diri secara terhormat dan menyerahkan tugas kepada darah-darah baru yang mungkin akan membawa penyegaran di PSSI dan semoga saja bisa membuat sepakbola Indonesia menjadi lebih maju.


Dear Mr. Hicks, Sebuah Video Protes

Sebuah video yang menggambarkan protes atas kondisi buruk yang dialami Liverpool FC saat ini. Disutradarai oleh Mike Jefferies, seorang sutradara asal Hollywood dan juga fans dari Liverpool FC, yang peduli dan prihatin atas kondisi buruk yang terjadi di dalam tubuh Liverpool FC.

Video ini juga dibintangi oleh banyak artis (pendukung Liverpool FC), para fans, dan legenda-legenda Liverpool, yang tentunya peduli terhadap kelangsungan Liverpool FC.

Silahkan diteruskan ke kawan-kawan anda yang peduli akan Liverpool FC. Tujuan pertama, mendapat 1 juta view di youtube.

Andi Bachtiar Yusuf itu Pendukung Rasisme?

Seorang sutradara film di Indonesia yang (ngakunya sih) nasionalis,  ternyata seorang yang juga rasis. Dalam hal ini rasis terhadap orang keturunan arab, didalam penggunaan bahasa. Figur publik (kata orang, tetapi tidak ada artikel mengenai dirinya di Wikipedia Bahasa Indonesia) ini, pada akun twitter-nya mengganti awalan kata yang seharusnya menggunakan huruf “P” dengan huruf “F”, yang mana sudah menjadi rahasia umum di Indonesia bahwa itu untuk menunjukkan pelecehan terhadap orang keturunan arab di Indonesia. Hal itu dikarenakan tidak ada penggunaan huruf P dalam bahasa arab.

Ya, saya Warga Negara Indonesia yang kebetulan keturunan dari ras Arab. Tetapi, apakah pantas pelecehan tersebut keluar dari seorang (yang katanya) figur publik di Indonesia? Saya tidak tersinggung atas pelecehan itu, saya sudah anggap biasa. Tetapi ketika seorang (yang katanya) figur publik melontarkannya di ranah publik juga, rasanya anda sekalian bisa nilai sendiri bagaimana orang yang seperti ini.

Dan juga, sebagai orang yang juga suka dengan sepakbola. Banyak tulisan-tulisan dia soal sepakbola di-blog-nya. Tetapi, masa sih dia tidak tahu ada istilah “Let’s Kick Racism Out of Football” yang digembar-gemborkan dalam sepakbola.

Oh ya, dari sepakbola inilah “hubungan mesra” kami ini bermula, jadi tidak ada salahnya saya mencantumkan soal rasisme di dalam sepakbola di atas.

Update: Rupanya rekam jejak Andi Bachtiar Yusuf dalam hal rasisme ini sudah ada yang cukup terkenal. Salah satunya berhubungan dengan film yang dibuatnya, Romeo & Juliet. Yang menjadi kontroversi di Bandung, selain karena perseteruan antara Viking (pendukung klub sepakbola Persib Bandung) dan The Jak (pendukung klub sepakbola Persija Jakarta), karena menyudutkan salah satu suku bangsa di Indonesia. Dalam hal ini suku Sunda.

Problem Internet Indosat Starone

Internet via Indosat Starone sudah saya pakai sejak pertengahan 2005. Dari masa unlimited sampai dengan pembatasan pemakaian sebesar 1 GB perbulan. Saya tetap memakainya, karena pada awalnya koneksi internet Starone ini bagus sekali kualitasnya. Sehingga saya pun sampai merekomendasikan kepada keluarga dan kawan-kawan saya.

Masalah muncul dalam 1,5 tahun belakangan, ketika Starone yang biasa saya pakai di rumah mulai bermasalah dipenerimaan sinyal. Saya sudah coba komplain ke pihak Indosat (Starone), dan seperti biasa saya pun mendapat jawaban standar “akan diteruskan ke bagian terkait”.

Sampai suatu saat, akhirnya mereka pun mengakui memang Starone di daerah tempat tinggal saya bermasalah (Petamburan, Jakarta Pusat) dengan sinyal. Lalu mereka juga menjelaskan, bahwa BTS yang bersangkutan  tanggung untuk diperbaiki karena ketika itu, dalam waktu yang tidak lama lagi, Starone akan pindah frekuensi.

Sementara di Kantor saya (Slipi, Jakarta Barat) tidak ada masalah . Walaupun kualitas internetnya sudah tidak seperti awal saya pasang (berkurang sekitar 50%). Saya pun mencoba bersabar sambil berharap bahwa nanti ketika sudah rampung perpindahan frekuensi, akan ada perubahan signifikan dari kualitas internet tersebut.

Kini, ketika Starone sudah berpindah frekuensi (dari 1900 Mhz) ke 800 Mhz, dan saya juga sudah mengganti perangkat saya seperti yang disarankan oleh pihak Indosat. Namun yang saya dapat malah koneksi internet yang lebih parah. Padahal sinyal yang ada sudah bagus, tapi internetnya bermasalah. Contohnya, untuk membuka www.gmail.com pun saya merasa kesulitan. Harus diulang berkali-kali. Hitungan pemakaian adata terus berjalan, tetapi hasil yang saya dapat tidak ada. Ini merupakan kerugian  untuk saya, secara finansial, waktu, dan tenaga. Dan bukan tidak mungkin, ada banyak pelanggan Starone yang menggunakan fasilitas internet ini bernasib sama.

Sekarang ketika pihak Indosat Starone sedang gembar-gembor promosi (bahkan menurunkan tarif internet bulanannya), tetapi infrastrukturnya tidak dipersiapkan dengan baik. Hal ini tentunya pasti menjadi preseden buruk bagi pihak Indosat Starone.

Politik Tempe/Tahu

Tempe/tahu makanan utama sebagian rakyat (terutama yang di pulau Jawa). Hati-hati pemerintah, kalian bisa kesandung karena masalah kedelai ini. Rakyat bisa mengamuk kalau sampai urusan perut yang paling akhir menghilang dari peredaran karena mahalnya bahan dasar pembuatan tempe/tahu.

Berita Penipuan Ala Telkom Mengenai Produk Telkomnet Instan

Sekitar dua hari yang lalu saya membaca suatu berita di situs resmi telkom mengenai “Paket Telkomnet Instan Hemat”. Disana dijelaskan, mulai bulan Januari 2008 akan ada paket dan harga hemat untuk pengguna Telkomnet Instan.

tabel harga & paket telkomnet instan

Tetapi diberita tersebut tidak dijelaskan untuk pelanggan divre (daerah pembagian Telkom) mana. Jadi asumsi saya (dan mungkin semua orang yang baca berita tersebut) adalah untuk semua pelanggan telkom. Hal itu diperjelas juga dengan pernyataan telkom:

Dalam rangka untuk meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap produk TELKOMNet Instan, maka pada Januari 2008 akan diluncurkan ”Paket TELKOMNet Instan Hemat”

Akhirnya, hari ini saya mencoba menelpon ke 147 untuk menanyakan hal tersebut dan juga dengan maksud awal untuk menanyakan prosedur jelas tentang pendaftaran untuk pemakaian paket tersebut. Karena terus terang, di zaman yang langka akan koneksi tidak terbatas yang lumayan murah di Indonesia, paket tersebut cukup menarik untuk saya. Walaupun hanya kecepatan dial-up ala Telkom.

Oleh operator 147 tersebut, dijelaskan bahwa program tersebut hanyalah untuk divre VII (daerah Indonesia Timur seperti Jayapura dan sekitarnya, sebagaimana dicontohkan oleh operator 147 tersebut). Bukan untuk divre-divre lainnya, termasuk Jakarta yang berada di divre II.

Kenapa saya menyebutnya itu sebagai berita penipuan ala Telkom? Karena, jelas-jelas berita yang dicantumkan di situs resmi Telkom tersebut benar-benar menyesatkan dan menipu orang-orang yang membaca dan kemudian tertarik.

Telkom oh Telkom, kapan akan berubah?

Gambar diambil dari Telkom.net

*Update*

Daftar Divre (divisi regional) Telkom (dari wikipedia):

  • Divre I     : Area Sumatera
  • Divre II   : Area Jakarta
  • Divre III : Area Jawa Barat & Banten
  • Divre IV  : Area Jawa Tengah & Yogyakarta
  • Divre V    : Area Jawa Timur
  • Divre VI  : Area Kalimantan
  • Divre VII : Area Indonesia Timur

Sepakbola Indonesia, Pembinaan Yang Diacuhkan

Hari Rabu yang lalu seperti biasa, saya latihan rutin sepakbola bersama kawan-kawan Big Reds di lapangan Kpos Senayan, Jakarta. Alangkah terkejutnya saya ketika melihat lapangan milik AS-IOP (sekolah sepakbola anak-anak) sedang dipatok-patok dan dibongkar. Saya bertanya pada pengurus lapangan Kpos mengenai hal itu, lalu dia bilang lapangan AS-IOP itu dibongkar dan akan dijadikan lapangan hoki (wtf?).

Kok bisa?

Lalu pengurus lapangan Kpos juga menambahkan, bahwa lapangan tersebut “tukar guling” dengan lapangan ABC (tepatnya di lapangan B) untuk anak-anak AS-IOP tersebut.

Yang membuat saya miris adalah fasilitas yang ada pada lapangan sebelumnya lebih bagus dan standar lapangan yang sesuai ukurannya untuk anak-anak lalu ditukar dengan lapangan yang kualitas dan standarnya dibawah lapangan AS-IOP sebelumnya.

Hal itu hanyalah 1 contoh kecil dari segudang masalah pembinaan sepakbola sejak dini. Rupanya, memang negeri ini tidak ada niat serius untuk pembinaan sepakbola sejak dini.

Janganlah Indonesia bermimpi untuk masuk dalam kejuaraan Piala Dunia, bahkan jangan pula bermimpi untuk menjadi tim sepakbola yang disegani di ASEAN!

BRTI: "Kami Sedang Membuat Kebijakan Perihal Sms Premium,Spam, dan Kejahatan"

Saya pernah kirim komplain keluhan mengenai sms spam dari operator seluler di Indonesia kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) via situs BRTI.

—–Original Message—–
From: brtiorid@brti.or.id [mailto:brtiorid@brti.or.id]
Sent: 19 Juni 2007 17:56
To: info@brti.or.id
Subject: [ Keluhan ]

Pengirim : Naif

Email : naifmuh.alas@yahoo.com

Saya pengguna ESIA dan TELKOMSEL (Simpati)

Mengenai Spam sms yang dikirimkan oleh operator seluler, baik gsm maupun cdma tersebut. Hal ini sudah masuk ke tahap keterlaluan, dalam 1 hari itu bisa sampai 5 sms per operator. Saya sebagai konsumen merasa hak-hak saya dilecehkan, karena menurut saya ini masalah privasi yang diabaikan oleh pihak operator. Saya sudah mencoba untuk menelpon ke CSO dari masing-masing operator untuk menghentikan sms-sms sampah yang dikirimkan setiap hari, namun sampai detik ini, masih saja dikirimkan. Sebenarnya bukan saya saja yang merasa jengkel dengan ulah operator, sudah banyak yang jengkel. Contoh terbaru ada di http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=2769 Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya. Saya mohon kepada BRTI sebagai regulator yang memiliki wewenang untuk menindak operator.

Saya sebagai konsumen tidak berdaya diperlakukan semena-mena oleh operator.

Dan apakah ada regulasi untuk menegur operator dalam masalah sms sampah ini?

Saya mengharapkan mendapat jawaban dari BRTI secepatnya. Terima kasih

Naif Muh. Al’as

Dan mendapatkan jawaban dari pihak BRTI setelah 2 minggu kemudian.

Terima kasih telah menghubungi BRTI.

Saat ini BRTI dalam proses tahap pembuatan kebijakan perihal SMS Premium dan layanan SMS Spam atau threat/kejahatan. BRTI melakukan koordinasi baik internal departemen juga eksternal dengan pihak-pihak terkait. Semoga dalam waktu dekat akan segera dapat berhasil guna menjadi sebuah Peraturan Menteri.

Salam,

info@brti.or.id

Walaupun cukup lama mendapatkan balasan dari BRTI. Tapi cukuplah untuk saya, karena dengan membalas keluhan saya, berarti BRTI tidak men-cuek-an masukan/kritik tentang operator dari para pengguna seluler di Indonesia.

Sekarang kita tunggu saja realisasi mengenai regulasi yang sedang dipersiapkan oleh BRTI mengenai sms spam tersebut.

Negara Tanpa Bendera

Pernahkah Anda mendengar istilah “Negara Tanpa Bendera” yang berkembang di masyarakat ? Istilah tersebut ada karena melihat kondisi suatu tempat/daerah yang hampir tidak pernah terjamah oleh hukum resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maksudnya adalah, suatu tempat/daerah yang mana kejahatan atau kebebasan yang terjadi disana tidak pernah terlihat (pura-pura tidak lihat?) oleh penegak hukum .
Mungkin dibawah ini bisa saya tuliskan tempat-tempat yang menurut saya sebagai tempat Negara tanpa bendera.

1.   Jakarta Pusat,  sekitar pasar Tanah Abang

  • Banyak terjadi pungli (pungutan liar)
  • Tempat prostitusi (daerah Bongkaran)
  • Narkoba bebas beredar
  • Minuman keras bebas beredar seperti air mineral
  • dsb.

2.   Jakarta Barat, sekitar Kota

  • Prostitusi berkembang dengan marak
  • Perjudian yang “legal”
  • Salah satu pusat penjualan cd/vcd/dvd bajakan terbesar (Glodok & Mangga Dua)
  • Narkoba bebas beredar (yang terbanyak ada di diskotik)
  • dsb.

3.   Jakarta Timur, sekitar pasar / stasiun Jatinegara

  • Kendaraan umum ugal-ugalan
  • Kendaraan umum berhenti dan menunggu penumpang (ngetem) di sembarang tempat
  • Tempat prostitusi
  • Tempat Perjudian
  • dsb.

4.   Jakarta Utara, sekitar pelabuhan Tanjung Priok

  • Banyak pungutan liar
  • Salah satu gerbang masuknya barang-barang ilegal ke Jakarta
  • Berlakunya hukum rimba, siapa kuat dia menang
  • Tempat prostitusi
  • Tempat perjudian
  • Narkoba bebas beredar
  • dsb.

5.   Jakarta Selatan, sekitar Blok M

  • Narkoba bebas beredar
  • Tempat prostitusi
  • dsb.

Tempat-tempat di atas baru merupakan yang sepengetahuan saya saja, dan hanya di Jakarta saja. Bukan tidak mungkin daftar tersebut bertambah (Jakarta). Dan juga untuk di luar Jakarta, saya rasa banyak sekali tempat / daerah Negara tanpa bendera tersebut.

Kalau ada yang bisa menambahkan, nanti saya akan update tulisan ini.

Wanita Dan Pakaian Ketat

Maksud dari tulisan ini bukanlah untuk mendiskriminasikan seorang wanita, tapi bagaimana kita mencari jalan keluar dari permasalahan yang ditimbulkan apabila seorang wanita menggunakan pakaian ketat. Saya telah mengamati hal ini dari berbagai sudut ( termasuk dari sisi keluarga saya sendiri ).



Pada dasarnya wanita ingin dianggap lebih oleh lawan jenisnya. Mereka merasa akan lebih yakin jika lawan jenisnya memperhatikan mereka apabila mereka sedang berjalan. Namun disadari atau tidak cara berpakaian mereka yang ketat dapat menimbulkan masalah.



Masalah-masalah yang dapat ditimbulkan dari hal itu adalah salah satunya timbulnya niat jahat dari orang lain. Dengan berpakain ketat, berarti secara langsung atau tidak langsung berarti mengundang kejahatan ke dalam diri mereka. Mungkin kita sering baca di koran-koran atau melihat di televisi tentang banyaknya kasus pelecehan atau pemerkosaan terhadap wanita. Di salah satu acara di televisi, ada kata-kata penting yang sering diucapkan, yaitu, “Kejahatan terjadi bukan karena hanya niat dari pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan”.

Dari kata-kata itu harusnya para wanita juga memperhatikan hal tersebut, bukannya justru mengundang kejahatan datang, salah satunya dengan menggunakan pakaian ketat.



Adapun hal lainnya adalah perasaan risih dari wanita tersebut, disadari atau tidak, terkadang juga suka timbul. Mengapa perasaan itu timbul ?, yang harus di perhatikan adalah KARENA PARA WANITA MEMAKSAKAN DIRI UNTUK MEMAKAI PAKAIAN KETAT. Karena untuk mengikuti tren mode yang ada. Memang sih. tidak ada salahnya apabila wanita mnegikuti tren mode, tetapi jika hal itu merupakan suatu keterpaksaan (tidak disadari)maka itu adalah suatu kerugian.



Dari segi psikologi, para wanita juga bersifat setengah-setengah, maksudnya adalah mereka itu mau berpakain ketat, tetapi tidak mau orang lain (lawan jenis) untuk melihat bagian tubuhnya jikalau pakaian mereka sedikit terangkat dibagian belakang, maka secara tidak sengaja orang yang duduk dibelakang mereka akan melihat, tetapi mereka buru-buru menutupinya ( walaupun hanya sebentar, karena akan terangkat lagi ). Itu artinya mereka masih setengah-setengah ( mau pakai pakaian ketat tetapi tidak mau menerima resiko apabila terangkat ). Kalau begitu mendingan sekalian saja mereka tidak memakai pakaian ketat, maka dengan itu mereka juga akan terbebas dari perasaan-perasaan was-was tadi.



Pesan dari saya, janganlah terlalu mengikuti mode (mode orang barat) jika kita masih ada perasaan risih ( setengah-setengah ). Karena mereka (orang barat) memang terbiasa hidup bebas, sehingga pakaian ketat tidak membuat risih mereka dan mereka bersikap cuek-cuek saja.



Demikianlah tulisan ini saya buat, maksud dari tulisan ini adalah menjadi sarana untuk intropeksi dan sekaligus KRITIK. Marilah kita membangun diri kita menjadi lebih baik lagi.

Terima kasih atas perhatiannya.



Tulisan ini adalah tulisan lama saya (sekitar tahun 2004, persisnya saya lupa). Tulisan ini juga pernah saya masukkan ke beberapa forum, baru teringat kemarin untuk memasukannya ke blog ini. Kalo ada saran dan kritik atas tulisan ini, sampaikan langsung melalui blog ini juga. Saya sangat mengharapkan saran dan kritik dari kawan-kawan dan para pembaca. Terima kasih.

Sebuah Taman Air Bernama Jakarta (Bagian 1)






404 Not Found

Not Found

The requested URL /wp_links/wp_links.php was not found on this server.

Additionally, a 404 Not Found error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.

Powered by WordPress | iCellPhoneDeals.com Offers Free Wireless Deals. | Thanks to Bestincellphones.com Verizon Cell Phones, Best CD Rates Online and Fat Burning Furnace Review