Seorang sutradara film di Indonesia yang (ngakunya sih) nasionalis, ternyata seorang yang juga rasis. Dalam hal ini rasis terhadap orang keturunan arab, didalam penggunaan bahasa. Figur publik (kata orang, tetapi tidak ada artikel mengenai dirinya di Wikipedia Bahasa Indonesia) ini, pada akun twitter-nya mengganti awalan kata yang seharusnya menggunakan huruf “P” dengan huruf “F”, yang mana sudah menjadi rahasia umum di Indonesia bahwa itu untuk menunjukkan pelecehan terhadap orang keturunan arab di Indonesia. Hal itu dikarenakan tidak ada penggunaan huruf P dalam bahasa arab.
Ya, saya Warga Negara Indonesia yang kebetulan keturunan dari ras Arab. Tetapi, apakah pantas pelecehan tersebut keluar dari seorang (yang katanya) figur publik di Indonesia? Saya tidak tersinggung atas pelecehan itu, saya sudah anggap biasa. Tetapi ketika seorang (yang katanya) figur publik melontarkannya di ranah publik juga, rasanya anda sekalian bisa nilai sendiri bagaimana orang yang seperti ini.
Dan juga, sebagai orang yang juga suka dengan sepakbola. Banyak tulisan-tulisan dia soal sepakbola di-blog-nya. Tetapi, masa sih dia tidak tahu ada istilah “Let’s Kick Racism Out of Football” yang digembar-gemborkan dalam sepakbola.
Oh ya, dari sepakbola inilah “hubungan mesra” kami ini bermula, jadi tidak ada salahnya saya mencantumkan soal rasisme di dalam sepakbola di atas.
Update: Rupanya rekam jejak Andi Bachtiar Yusuf dalam hal rasisme ini sudah ada yang cukup terkenal. Salah satunya berhubungan dengan film yang dibuatnya, Romeo & Juliet. Yang menjadi kontroversi di Bandung, selain karena perseteruan antara Viking (pendukung klub sepakbola Persib Bandung) dan The Jak (pendukung klub sepakbola Persija Jakarta), karena menyudutkan salah satu suku bangsa di Indonesia. Dalam hal ini suku Sunda.

Posted in
Tags:



