Posts Tagged ‘Indonesia’

Kericuhan Pembelian Tiket Final AFF 2010, Versi Petugas Keamanan

Kericuhan perihal pembelian tiket final AFF 2010 yang akan berlangsung hari Rabu, 29 Desember 2010 nanti, terjadi karena beberapa hal. Yang akan saya bahas adalah dari sisi petugas keamanan (Polisi dan petugas keamanan swasta).

DSC_5054

Pada saat kejadian itu, siang hari di Minggu 26 Desember 2010, pintu dan loket di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) berhasil dijebol para pengantri tiket. Sebagian dari mereka bahkan sudah antri sejak malam sebelumnya. Kurang tidur, lelah, lapar, haus, kepanasan, kehujanan serta diperlakukan tidak baik oleh pihak panitia seolah menjadi pelengkap penderita.

Disela-sela kejadian, saya sempat berbincang-bincang dengan beberapa aparat keamanan dari kepolisian dan satgas pengamanan tiket dari pihak swasta yang berbaju safari. Inti dari obrolan-obrolan tersebut adalah:

Menerapkan Sistem Quota, Layanan Internet Smart Telecom Tidak Lagi Hebat

Smart Hebat, Hemat.

Itulah moto dari salah satu produk PT. Sinarmas Telecom, Smart Telecom (atau bisa disingkat, Smart). Yang merupakan operator CDMA di Indonesia yang cukup terkenal karena memberikan akses internet cepat dan murah serta tidak ada batasan, alias unlimited. Awalnya, tidak ada batasan pada penggunaan merupakan salah satu fitur primadona, tentunya disamping tarif murah dan kecepatan yang ditawarkan pada koneksi EVDO Rev-A milik Smart.

Ronny Pasla Kecewa, Nurdin Halid Siapa Yang Tahu

Semalam saya menyaksikan pertandingan persahabatan sepakbola antara Indonesia vs Uruguay di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Kekalahan sepertinya sudah seperti prediksi banyak orang. Namun, semangat dan mentalitas bertanding dari para pemain Indonesia yang sedikit mendapat sorotan. Seharusnya mereka menunjukkan semangat juang yang tinggi walaupun tahu melawan tim besar semifinalis piala dunia 2010 tidaklah mudah untuk meraih kemenangan.

Selesai pertandingan, ketika saya menuju pintu keluar, tidak sengaja bertemu dengan Ronny Pasla (kiper tim nasional Indonesia era tahun 1960-an dan 1970-an) yang sedang berjalan berlawanan arah dengan saya. Awalnya beliau mengira saya ini dari kalangan pers,

“Adik ini orang pers yah?”, beliau berujar.

Pikir saya, pasti karena beliau melihat kamera SLR yang saya bawa, jadi beliau kira saya ini orang pers.

Saya bilang, “Bukan om, saya hanya penonton biasa kok. Emang kenapa om?”.

Beliau melanjutkan, “Saya mau berbicara kepada pers mengenai kekecewaan saya melihat pertandingan tadi. Setidaknya ada 5 kali tackle yang dilakukan oleh pemain-pemain Uruguay, tetapi tidak ada hal yang sama oleh pemain kita. Mereka bermain tidak semangat. Kami dulu mengalahkan Uruguay 2-1 dengan semangat dan perjuangan. Hal itu tidak ada pada pertandingan tadi”.

Saya hanya mengamini saja perkataan beliau. Karena memang benar, para pemain Indonesia jauh sekali dari semangat juang tinggi yang seharusnya mereka tunjukkan di depan puluhan ribu orang yang datang di Stadion Gelora Bung Karno, termasuk para petinggi negeri ini yang menyaksikan langsung. Belum lagi jutaan pasang mata yang menyaksikan via siaran langsung televisi di seluruh Indonesia.

Sempat terbesit pula di dalam pikiran saya bahwa para pemain ini didalam otaknya hanya berpikir (setidaknya 30 menit terakhir dari pertandingan), “Saya akan bertukar kaos dengan pemain A atau B dari tim Uruguay”. Tetapi itu hanyalah pikiran jelek saya saja, semoga saya salah.

Selanjutnya, karena saya duduk tidak terlalu jauh dari bangku-bangku kehormatan tempat para orang penting menyaksikan pertandingan ini, saya beberapa kali menujukan mata ke arah Nurdin Halid untuk melihat seperti apa reaksi dia dengan kekalahan ini dan apa yang dipikirkan ketika sebagian besar penonton di Stadion menyanyikan dan meneriakkan “Nurdin turun ..Nurdin turun”. Setidaknya, setiap Indonesia kemasukkan gol dari Uruguay, teriakan-teriakan tersebut membahana di Stadion.

Ada satu kejadian yang cukup menarik saya saksikan. Yaitu ketika nyanyian “Buat apa NURDIN! .. buat apa NURDIN! .. Nurdin itu tak ada gunanya. Buat apa NURDI! .. buat apa NURDIN .. Nurdin itu tak ada gunanya” dinyanyikan dengan nada lagu Sayonara, bagaimana geram dan kesalnya (pengamatan saya) Nurdin Halid sambil melihat ke arah sumber nyanyain tersebut di sebelah selatan stadion. Dimana ada sekelompok kecil di tribun paling atas dengan kompaknya menyanyikan lagu sindiran tersebut. Terlihat Nurdin Halid tidak bisa berkonsentrasi lagi menyaksikan pertandingan yang sudah mendekati akhir.

Saya tidak tahu apa yang ada dibenaknya, mungkin kesal dan marah bercampur aduk berkecamuk dialam pikirannya. Bagaimana tidak, yang duduk di sebelah kirinya adalah Menteri Pemuda dan Olah Raga, Andi Mallarangeng. Dan di sebelah kirinya lagi ada Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri.

Para pejabat negara itu tentunya mendengar juga bagaimana penolakan dan reaksi penonton, setidaknya bisa dikatakan mewakili hampir seluruh pendukung sepakbola Indonesia di seluruh Indonesia.

Tinggal bagaimana para pejabat tersebut menyikapi dan mendengarkan suara hati dari kita semua. Dan yang terpenting lagi, bagaimana sikap dari Nurdin Halid dan pengurus PSSI semua. Apakah mereka akan tetap buta dan tuli dengan keadaan sekarang. Apakah mereka juga akan tetap memaksakan kehendak untuk tetap memimpin lembaga tertinggi sepakbola Indonesia dengan grafik penilaian yang terus menurun.

Alangkah baiknya Nurdin Halid dan para pengurus PSSI mengundurkan diri secara terhormat dan menyerahkan tugas kepada darah-darah baru yang mungkin akan membawa penyegaran di PSSI dan semoga saja bisa membuat sepakbola Indonesia menjadi lebih maju.


Suporter Sepakbola dan Nasionalisme

Suporter adalah orang yang mendukung sesuatu. Dalam hal sepakbola, suporter biasanya terkait dengan dukungan terhadap sebuah tim, bisa berupa klub maupun tim nasional suatu negara.

Dukungan bisa timbul biasanya berhubungan dengan beberapa faktor. Misalnya, faktor nasionalisme, asal daerah, pengaruh suatu kejadian, tayangan sepakbola di televisi, media (online maupun cetak), dan sebagainya. Saya akan coba uraikan masing-masing faktor tersebut.

Andi Bachtiar Yusuf itu Pendukung Rasisme?

Seorang sutradara film di Indonesia yang (ngakunya sih) nasionalis,  ternyata seorang yang juga rasis. Dalam hal ini rasis terhadap orang keturunan arab, didalam penggunaan bahasa. Figur publik (kata orang, tetapi tidak ada artikel mengenai dirinya di Wikipedia Bahasa Indonesia) ini, pada akun twitter-nya mengganti awalan kata yang seharusnya menggunakan huruf “P” dengan huruf “F”, yang mana sudah menjadi rahasia umum di Indonesia bahwa itu untuk menunjukkan pelecehan terhadap orang keturunan arab di Indonesia. Hal itu dikarenakan tidak ada penggunaan huruf P dalam bahasa arab.

Ya, saya Warga Negara Indonesia yang kebetulan keturunan dari ras Arab. Tetapi, apakah pantas pelecehan tersebut keluar dari seorang (yang katanya) figur publik di Indonesia? Saya tidak tersinggung atas pelecehan itu, saya sudah anggap biasa. Tetapi ketika seorang (yang katanya) figur publik melontarkannya di ranah publik juga, rasanya anda sekalian bisa nilai sendiri bagaimana orang yang seperti ini.

Dan juga, sebagai orang yang juga suka dengan sepakbola. Banyak tulisan-tulisan dia soal sepakbola di-blog-nya. Tetapi, masa sih dia tidak tahu ada istilah “Let’s Kick Racism Out of Football” yang digembar-gemborkan dalam sepakbola.

Oh ya, dari sepakbola inilah “hubungan mesra” kami ini bermula, jadi tidak ada salahnya saya mencantumkan soal rasisme di dalam sepakbola di atas.

Update: Rupanya rekam jejak Andi Bachtiar Yusuf dalam hal rasisme ini sudah ada yang cukup terkenal. Salah satunya berhubungan dengan film yang dibuatnya, Romeo & Juliet. Yang menjadi kontroversi di Bandung, selain karena perseteruan antara Viking (pendukung klub sepakbola Persib Bandung) dan The Jak (pendukung klub sepakbola Persija Jakarta), karena menyudutkan salah satu suku bangsa di Indonesia. Dalam hal ini suku Sunda.

404 Not Found

Not Found

The requested URL /wp_links/wp_links.php was not found on this server.

Additionally, a 404 Not Found error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.

Powered by WordPress | iCellPhoneDeals.com Offers Free Wireless Deals. | Thanks to Bestincellphones.com Verizon Cell Phones, Best CD Rates Online and Fat Burning Furnace Review